Supaya Tidak Tabrakan, Ada Trotoar Khusus Untuk Penggila Smartphone di China

Beberapa jalur trotoar di daerah Chongqing, China menunjukkan simbol yang cukup untuk mencegah terjadinya tabrakan sesama pejalan kaki. Dalam jalur khusus pejalan kaki tersebut ada gambar ponsel dan arah panah. Trotoar yang seharusnya menjadi satu jalur dibagi menjadi dua, satu jalur untuk mereka yang jalan santai tanpa repot memegang smartphone, jalur satunya lagi untuk mereka yang sering menunduk karena asyik dengan smartphone-nya, dilansir oleh rocketnnews24.com.

Trotoar Khusus Untuk Penggila Smartphone di China
Trotoar Khusus Untuk Penggila Smartphone di China (www.vemale.com)

Dalam berita lokal di China, pemerintah setempat memberlakukan trotoar khusus agar tidak terjadi tabrakan antar pengguna jalan biasa dan mereka yang selalu sibuk dengan smartphone-nya. Hal ini sudah jadi rahasia umum bahwa terlalu asyik berkutat dengan smartphone bisa membuat seseorang tak peduli sekitarnya bahkan menabrak orang-orang yang sedangberjalan.

Tidak hanya di China, pada bulan Juni tahun lalu, National Geographic membuat percobaan di Washington DC dengan membagi trotoar antara pengguna smartphone dan yang tidak. Laporan menunjukkan bahwa cara tersebut cukup ampuh dan tidak membuat pengguna jalan merasa terganggu oleh mereka-mereka yang terlalu sibuk melihat layar handphone atau tablet.


Penggunaan Smartphone di Indonesia

Penduduk Indonesia menggunakan ponsel pintar selama 189 menit per hari atau lebih dari 3 jam, menurut sebuah survei lembaga Nielsen berjudul "Nielsen on Device Meter" pada akhir 2013. Selain komunikasi, ponsel pintar juga sering digunakan untuk aktivitas hiburan.

Data Nielsen on Device mencatat, selama 62 menit per hari penduduk Indonesia menggunakan ponselnya untuk komunikasi, seperti telepon, kirim pesan teks, dan e-mail. Kegiatan hiburan seperti bermain game dan menikmati konten multimedia juga sering dilakukan penduduk Indonesia, rata-rata 45 menit per hari.

Aktivitas terlama lainnya adalah mengutak-atik dan memahami aplikasi yang baru diunduh selama 38 menit per hari, diikuti oleh aktivitas berselancar internet selama 37 menit per hari.

Aktivitas yang masih terbilang jarang dilakukan penduduk Indonesia adalah device management yang termasuk upaya membuat kinerja ponsel lebih efisien dan ringan, hingga pemakaian anti-virus. Dengan frekuensi penggunaan smartphone yang cukup tinggi, sepertinya cara yang diterapkan oleh Pemerintah China ini cukup baik apabila diterapkan di Indonesia.

0 Response to "Supaya Tidak Tabrakan, Ada Trotoar Khusus Untuk Penggila Smartphone di China"

Posting Komentar